Sisa Hidup Kurang Dari 3 Bulan, Ayah Ini Ingin Memenuhi Permintaan Putrinya

0
1
views
Berdansa dengan ayahnya yang sekarat
Berdansa dengan ayahnya yang sekarat

Sisa Hidup Kurang Dari 3 Bulan, Ayah Ini Ingin Memenuhi Permintaan Putrinya –¬†Bagi seorang ayah, terpenuhinya keinginan keluarganya adalah yang terpenting, melihat tawa dan senyum keluarganya adalah bayaran yang setimpal atas kerja kerasnya, tidak terkecuali ayah yang 1 ini.

Baca Juga :


Berdansa dengan ayahnya yang sekarat
Berdansa dengan ayahnya yang sekarat

Di saat menikah tentu saja banyak wanita menginginkan sang ayah tercinta berada disisi mereka, tetapi tidak semua wanita dapat merasakan moment bahagia tersebut didampingi pahlawan hidupnya yang tercinta.

Seorang Wanita berumur 25 tahun bernama Rachel Wolf membagikan kisahnya dengan sang ayah tercinta. Rachel yang merupakan seorang wanita pasti punya mimpi untuk menikah suatu saat, dan saat menikah dia ingin berdansa dengan sang ayah.

Namun sayang, sang ayah Dr. James Wolf divonis kanker oleh dokter dan usianya diperkirakan hanya tersisa 3 bulan dan tidak bisa menunggu hingga Rachel menikah. Rachel yang tidak patah semangat, kemudian membuat acara pernikahan palsu.

Berdansa dengan ayahnya yang sekarat
Berdansa dengan ayahnya yang sekarat

Dengan balutan gaun putih dan ayahnya yang dibalut dengan jas hitam dan mereka berdansa layaknya diacara pernikahan, ironisnya, Rachel bahkan belum bertunangan, tetapi dengan senyum yang tertera pada wajah mereka, raut wajah bahagia dan sekaligus sedih dari Rachel yang menggambarkan rasa terima kasihnya pada ayahnya yang telah membesarkannya dengan kasih sayang yang luar biasa.

Berdansa dengan ayahnya yang sekarat
Berdansa dengan ayahnya yang sekarat

Dr. James Wolf yang mengidap kanker pankreas dan dinyatakan bahwa dirinya tidak mempunyai banyak waktu lagi untuk menemani keluarganya. Dr James yang menyadari bahwa waktunya tidak lama lagi, memutuskan untuk memenuhi keinginan putrinya, “Ada banyak hal yang ingin aku alami bersama putriku,” kata Dr James. “Dan aku tak ada disana nanti,” tuturnya.

Seseorang yang sekarat biasaya harus istirahat dan terbaring dirumah sakit. Tapi tidak Dr James, dia rela mengenapi permintaan sang putri, sebagai janji terakhirnya.

Sang ayah membelai rambut putrinya yang cantik dengan mata yang berkaca-kaca, “Hai sayang, kau cantik sekali,” kata Dr James. Rachel pun membalas dengan memeluk dan membisikkan pada sang ayah, “Aku menyayangimu, Ayah.”. Keduanya menari seolah hari esok tidak ada lagi, moment tersebut semakin menyentuh saat keduanya saling berpelukan.

Berdansa dengan ayahnya yang sekarat
Berdansa dengan ayahnya yang sekarat

Meski hanya acara pernikahan yang tidak nyata, namun kerabat yang menghadiri pernikahan itu bertepuk tangan atas kebahagiaan mereka berdua, bahkan ada yang menitikkan air mata. “Aku selalu bersamamu. okay? ingat itu.” Rachel kembali memeluk sang ayah dan mengatakan lagi bahwa ia sangat menyayanginya.

Pelukan yang hangat dan nyaman dari sang ayah tidak dapat dilupakan oleh Rachel hingga sekarang karena mungkin itu ada pelukan terakhir sang ayah.

Sumber : Nagoya Hill Blog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here